"Nanti dikonsolidasi. Jadi kalau rekening ini kan untuk berbagai program pemerintah. Jadi nanti dikonsolidasi di BRI maupun di BSI. Nah, nanti yang punya multiple account juga nanti kita lihat," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Saat ditanya apakah masyarakat yang sudah memiliki rekening bank tetap akan mendapatkan rekening dari pemerintah, Airlangga menjawab singkat:
Artinya, kepemilikan rekening bank saat ini tidak otomatis membuat seseorang dikecualikan dari program tersebut. Namun, mekanisme teknis mengenai rekening yang sudah dimiliki masyarakat masih akan dibahas pemerintah.
Penyediaan rekening massal tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kepemilikan rekening perbankan. Pemerintah juga ingin membangun ekosistem yang dapat digunakan untuk berbagai program pemerintah.
Rekening tersebut nantinya dapat dikonsolidasikan untuk mendukung penyaluran program pemerintah, termasuk pembayaran atau bantuan yang diberikan langsung kepada masyarakat.
Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat memperluas inklusi keuangan sekaligus membuat penyaluran program pemerintah lebih terintegrasi.
Dengan demikian, Rp11 triliun yang disiapkan bukan merupakan anggaran yang sudah final, melainkan perkiraan kebutuhan berdasarkan cakupan sekitar 200 juta penduduk. Pemerintah masih membahas besaran anggaran, mekanisme serta tahapan pembukaan rekening bersama lembaga terkait.