Sementara itu, Kabupaten Tasikmalaya memiliki total wilayah berpotensi bahaya karhutla mencapai 219.910 hektare. Rinciannya, 173.301 hektare masuk kategori sedang dan 46.609 hektare kategori tinggi.

Kabupaten Bogor juga tak lepas dari ancaman. Total 193.561 hektare wilayahnya masuk dalam peta potensi bahaya karhutla. Dari jumlah itu, 164.980 hektare berada pada kategori sedang dan 28.581 hektare kategori tinggi.

Namun, jika melihat daerah-daerah dengan luasan bahaya tinggi yang dominan, sejumlah wilayah memiliki catatan yang patut diwaspadai.

BPBD Jabar mencatat Kabupaten Bekasi memiliki 5.933 hektare wilayah yang seluruhnya masuk kategori bahaya tinggi. Kabupaten Cirebon memiliki 16.844 hektare wilayah rawan, dengan 12.469 hektare di antaranya berada dalam kategori tinggi.

"Kabupaten Bekasi memiliki total luasan potensi bahaya karhutla sebesar 5.933 hektare, seluruhnya tercatat dalam kategori bahaya tinggi. Kabupaten Cirebon memiliki total 16.844 hektare, dengan 4.375 hektare kategori sedang dan 12.469 hektare kategori tinggi," ucap Teten.

Ancaman serupa juga terlihat di Indramayu. Dari total 30.629 hektare wilayah yang memiliki potensi bahaya karhutla, hampir seluruhnya atau 29.507 hektare masuk kategori bahaya tinggi.

Kabupaten Karawang juga memiliki 32.121 hektare wilayah rawan, dengan 21.533 hektare masuk kategori tinggi. Sementara Kabupaten Majalengka memiliki 65.904 hektare wilayah berpotensi bahaya, dengan hampir separuhnya, yakni 32.042 hektare, masuk kategori tinggi.