Kabupaten Kuningan memiliki total 84.888 hektare wilayah dengan potensi bahaya karhutla. Sebanyak 26.620 hektare di antaranya berada dalam kategori tinggi.

"Kabupaten Purwakarta tercatat memiliki total potensi bahaya karhutla sebesar 55.734 hektare, yang terdiri dari 36.088 hektare kategori sedang dan 19.646 hektare kategori tinggi," kata Teten.

"Selanjutnya Kabupaten Subang memiliki total 86.762 hektare, dengan 45.965 hektare kategori sedang dan 40.797 hektare kategori tinggi," sambungnya.

Ancaman karhutla juga tidak berhenti di wilayah kabupaten. Sejumlah kota di Jawa Barat masuk dalam peta potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan.

Kota Banjar memiliki 6.312 hektare wilayah berpotensi terdampak, dengan 3.996 hektare masuk kategori bahaya tinggi. Sementara Kota Cirebon memiliki total luasan 772 hektare dan seluruhnya berada dalam kategori bahaya tinggi.

Kota Bandung tercatat memiliki potensi bahaya karhutla seluas 990 hektare. Kota Bekasi memiliki 1.324 hektare, Kota Bogor 2.067 hektare, Kota Cimahi 742 hektare, Kota Depok 2.765 hektare, Kota Sukabumi 1.359 hektare, serta Kota Tasikmalaya 8.304 hektare.

"Kota Bandung tercatat memiliki 986 hektare kategori sedang dan 4 hektare kategori tinggi. Kota Depok memiliki 1.116 hektare kategori sedang dan 1.649 hektare kategori tinggi," pungkasnya.