Di lokasi tersebut, korban bertemu dengan 22 orang lainnya yang mengaku menjadi korban dengan modus yang sama.

"Saat itu pelapor bertemu dengan 22 orang lainnya yang ada di kantor tersebut dan menjelaskan juga menjadi korban atas penjualan emas yang tidak dibayarkan," tutur Ariasandy.

Ariasandy menambahkan Polda Bali masih melakukan pengembangan lebih lanjut terkait laporan tersebut.

NadiKabar mendatangi toko emas tersebut di Denpasar, namun dalam kondisi tutup. Tak ada aktivitas lagi di sana. Belum ada pernyataan dari pihak terlapor dalam kasus ini.