Ditjen AHU juga mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara mandiri untuk mempercepat proses verifikasi data, khususnya dalam pelayanan badan usaha.
Widodo mengatakan pengembangan teknologi tersebut dilakukan dengan tetap menempatkan keamanan dan kerahasiaan data sebagai prioritas.
"Kami membangun AI sendiri, bukan menyewa atau menggunakan fasilitas pihak lain. Ini penting agar keamanan data dan sistem benar-benar dapat kami jaga," katanya.
Menurut Widodo, berbagai penyempurnaan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan AHU yang semakin mudah, aman, akuntabel, dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna.
Transformasi layanan dalam dua tahun terakhir, lanjut dia, dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan teknologi dan investasi pada sistem digital.