"Targetnya adalah mengurangi sampah dari sumbernya hingga 20 persen. Jika target tersebut tercapai, dari sekitar 5.000 ton sampah yang dihasilkan Bandung Raya setiap hari, sekitar 1.000 ton dapat ditekan sebelum mencapai TPA Sarimukti," kata Herman.

Herman membeberkan, puluhan ribu mahasiswa yang akan dibekali modul dan perangkat digital tersebut akan disebar ke 52 kecamatan di kawasan Bandung Raya guna memastikan sampah organik terpisah dari sumbernya, sehingga fasilitas pengolahan seperti TPS 3R, Refuse Derived Fuel (RDF), hingga budidaya maggot dapat beroperasi maksimal.

Pemangkasan 1.000 ton sampah harian dari hulu ini menjadi kunci vital Pemprov Jabar untuk memperpanjang usia operasional TPA Sarimukti hingga Desember 2029, sembari menunggu pengoperasian penuh TPPAS Waste to Energy Legok Nangka pada tahun 2030.