Selain rehabilitasi hutan dan lahan, program tersebut mencakup pengembangan Kampung Iklim, pemberdayaan kelompok perempuan dan generasi muda, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, serta konservasi keanekaragaman hayati.
Survei terhadap sejumlah satwa dilindungi, termasuk orangutan dan badak, juga menjadi bagian dari kegiatan untuk memastikan kondisi habitat dan ekosistem tetap terjaga.
Menurut Eva, masyarakat menjadi salah satu unsur utama dalam pelaksanaan program karena memiliki pengetahuan dan praktik pengelolaan lingkungan yang telah diwariskan secara turun-temurun.
"Kami tidak datang mengajari mereka cara menjaga hutan. Mereka sudah melakukannya ratusan tahun. Namun yang kami lakukan adalah memperkuat, melindungi hak, dan memastikan kearifan mereka dihargai serta dapat diwariskan," ujarnya.