"Kami berlatih keras selama kurang lebih tiga minggu sebelum hari-H. Meskipun gerakannya ada yang cukup sulit dan cuaca sore ini terasa cukup panas, saya tetap sangat senang bisa ikut serta. Semoga di hari ulang tahun ini, Kota Probolinggo bisa semakin jaya," ungkap Yunita dengan penuh semangat.

Ketua Universal Line Dance (ULD) Kota Probolinggo, Nuning mengatakan, kolaborasi lintas sanggar dan komunitas menjadi salah satu faktor penting dalam menyatukan koreografi massal.

ULD Kota Probolinggo mengikutsertakan lebih dari 200 anggota. Jumlah tersebut kemudian bertambah hingga hampir 300 peserta setelah bergabung dengan perwakilan dari luar daerah.

"Ini adalah momen yang sangat istimewa karena kami dapat berkontribusi langsung dalam pemecahan rekor dunia MURI ini. Tantangan terbesarnya adalah melatih berbagai sanggar secara terpisah, lalu menyatukan gerakannya saat geladi bersih. Melalui Batik in Motion ini, kami ingin memperkenalkan keindahan batik khas Probolinggo, salah satunya motif pendalungan," jelas Nuning yang tampil anggun berbalut batik pendalungan sore itu.

Ketua Dekranasda Kota Probolinggo dr. Evariani menilai, keterlibatan berbagai komunitas menjadi bagian penting dari pelaksanaan Batik in Motion. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat memperkuat semangat gotong royong sekaligus mendorong perubahan pola pikir masyarakat.

"Kenapa kita melibatkan kesatuan komunitas di Kota Probolinggo ini? Karena dengan bergeraknya Kota Probolinggo secara utuh, itulah yang akan mengubah mindset budaya kita agar makin naik, makin kompak. Kegotongroyongan ini menyatukan mereka dalam satu proses bertumbuh, sehingga Kota Probolinggo bisa naik kelas menuju pembangunan yang kita harapkan," jelasnya.

Batik in Motion 2026 tidak hanya menghadirkan parade dan pertunjukan tari. Selama tiga hari pelaksanaan, sejumlah agenda disiapkan, mulai parade batik showcase, peragaan busana, kontes batik, Batik Beach Fun Dance, Grand Fashion Parade Batik Futuristik, hingga Batik Tourism Experience.

Pembukaan di panggung utama depan Kantor Wali Kota Probolinggo, Jumat (4/9) sore, dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Ketua Dekranasda Kota Probolinggo dr. Evariani, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, dan jajaran Forkopimda.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Probolinggo mengapresiasi keterlibatan ribuan penari dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Letih dan jerih payah para penari terbayarkan, dan insyaallah saya janjikan akan memberikan piagam penghargaan khusus kepada sekitar 2.800 penari, pelatih, pembimbing, serta semua pihak yang telah menyukseskan acara bersejarah pada sore hari ini," ucap wali kota.

Aminuddin juga memperkenalkan potensi kuliner Kota Probolinggo kepada tamu dan delegasi dari luar daerah. Salah satu makanan yang diperkenalkan yakni nasi pendalungan.