NADIKABAR.COM β Sebanyak 28 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di empat kecamatan di Jakarta Pusat menerima bantuan alat peraga edukatif (APE) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung kegiatan belajar dan bermain anak.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan masyarakat yang disampaikan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) pada 2025.
βDukungan terhadap sarana pembelajaran di lembaga PAUD menjadi investasi penting bagi masa depan sumber daya manusia Jakarta Pusat,β kata Arifin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Arifin menjelaskan, PAUD merupakan jenjang awal pendidikan yang berperan penting dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar anak.
Karena itu, ketersediaan sarana pembelajaran yang memadai diperlukan untuk mendukung perkembangan anak sejak dini.
Menurut dia, alat peraga edukatif tidak hanya berfungsi sebagai perlengkapan sekolah, tetapi juga menjadi sarana belajar sambil bermain untuk menstimulasi kemampuan kognitif, motorik, sosial, dan emosional anak.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan PAUD, terutama lembaga yang masih memiliki keterbatasan sarana pembelajaran, sehingga anak-anak memperoleh kesempatan belajar yang lebih merata.
"Khususnya yang selama ini masih terbatas sarana, dapat semakin berkualitas. Sehingga setiap anak di Jakarta Pusat memperoleh kesempatan belajar yang merata," ujarnya.
Diketahui, dari 28 lembaga penerima bantuan, lima lembaga mendapatkan alat peraga edukatif untuk kegiatan luar ruangan (outdoor), sedangkan 23 lainnya menerima alat peraga untuk kegiatan dalam ruangan (indoor).
Adapun bantuan tersebut mencakup sejumlah perlengkapan bermain dan belajar, seperti ayunan, papan seluncur, karpet bermain, angklung, serta berbagai alat permainan untuk mendukung aktivitas anak di sekolah.
Sementara itu, Ketua PAUD Islam Mandiri, Moni menyampaikan bahwa lembaganya di Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, menerima satu set APE luar ruangan serta bantuan rehabilitasi sekolah.
Ia mengatakan pihaknya berkomitmen merawat fasilitas yang diberikan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk menunjang kegiatan belajar anak.
βBantuan rehabilitasi dan alat peraga edukatif sangat berarti bagi kami. Alat edukasi ini untuk melatih kemampuan motorik kasar, keseimbangan, dan keberanian siswa-siswi PAUD,β kata Moni.