NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan penyaluran bantuan pendidikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi puluhan ribu penerima baru. Sebanyak 29.154 siswa dan mahasiswa telah dinyatakan lolos verifikasi.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, merinci sebanyak 22.567 peserta didik diusulkan menjadi penerima baru KJP Plus Tahap II Tahun 2026 Gelombang III. Sementara itu, 6.587 mahasiswa diusulkan sebagai penerima baru KJMU Tahun 2026.
"Untuk KJP Plus, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 47,98 miliar. Penerima tersebut terdiri atas 8.734 siswa SD/MI/SDLB, 7.896 siswa SMP/MTs/SMPLB, 2.897 siswa SMA/MA/SMALB, 2.240 siswa SMK, serta 800 peserta didik SKB," kata Chico dalam keterangan, Sabtu (7/11/2026).
Sementara itu, calon penerima baru KJMU terdiri atas 329 mahasiswa jenjang Diploma III, 485 mahasiswa Diploma IV, dan 5.773 mahasiswa jenjang Sarjana (S1). Proyeksi anggaran untuk penyaluran KJMU tersebut mencapai Rp 67,17 miliar.
Ia mengatakan proses verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada warga yang berhak.
"Kami pastikan setiap bantuan pendidikan sampai kepada yang berhak melalui verifikasi ketat. Ini bagian dari komitmen Gubernur Pramono Anung agar KJP Plus dan KJMU terus menjaga akses pendidikan tetap terbuka bagi warga Jakarta," ujarnya.
Secara keseluruhan, penyaluran KJP Plus Tahap II Tahun 2026 mencakup 707.609 peserta didik. Jumlah tersebut terdiri atas 661.209 penerima Gelombang I, 23.833 penerima Gelombang II, dan 22.567 penerima Gelombang III.
Adapun program KJMU Tahun 2026 mencakup 19.049 mahasiswa, yang terdiri atas 12.462 penerima lanjutan dan 6.587 penerima baru.
Bagi penerima baru, kata Chico, Bank Jakarta terlebih dahulu akan melakukan pembukaan rekening, pencetakan buku tabungan, serta penerbitan kartu ATM. Setelah buku tabungan dan ATM diterima, dana bantuan akan ditransfer ke rekening masing-masing penerima.
"Pemprov DKI menyatakan proses pendataan dan verifikasi dilakukan agar bantuan pendidikan tepat sasaran serta dapat mendukung keberlangsungan pendidikan siswa dan mahasiswa di Jakarta," pungkasnya.