Sementara itu, sudah ada enam bandara lainnya yang kembali dibuka sejak tengah malam setelah sempat ikut ditutup imbas abu vulkanik sejak hari Minggu kemarin, termasuk Bandara Soekarno-Hatta yang menjadi bandara tersibuk di Indonesia.
1. Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) kembali berstatus OPEN AND RESUMED OPERATIONS berdasarkan NOTAM A3395/26 NOTAMR A3387/26, mulai pukul 00.30 WIB pada 8 September 2026. NOTAM tersebut juga mengingatkan bahwa awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih persisten di dalam FIR dan pilot diminta berhati-hati selama proses kedatangan dan keberangkatan.2. Bandar Udara Halim Perdanakusuma (WIHH) kembali berstatus OPEN berdasarkan NOTAM A3396/26 NOTAMR A3386/26, mulai pukul 00.40 WIB pada 8 September 2026.3. Bandar Udara Husein Sastranegara (WICC), Bandung, kembali berstatus OPEN berdasarkan NOTAM C1123/26 NOTAMR C1116/26, mulai pukul 00.42 WIB pada 8 September 2026.4. Bandar Udara Budiarto (WIRR), Tangerang, kembali berstatus OPEN berdasarkan NOTAM C1126/26 NOTAMR C1115/26, mulai pukul 01.25 WIB pada 8 September 2026.5. Bandar Udara Pondok Cabe (WIHP), Tangerang Selatan, kembali berstatus OPEN berdasarkan NOTAM C1127/26 NOTAMR C1118/26, mulai pukul 01.28 WIB pada 8 September 2026.6. Bandar Udara Pagar Alam/Atung Bungsu (WIPY), Pagar Alam, telah lebih dahulu kembali berstatus OPEN berdasarkan NOTAM C1107/26 NOTAMC C1105/26, mulai pukul 08.12 WIB pada 7 September 2026.7. Bandar Udara Radin Inten II (WILL), Lampung, masih berstatus CLOSED hingga estimasi pukul 10.00 WIB pada 8 September 2026.8. Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP), masih berstatus CLOSED hingga estimasi pukul 10.00 WIB pada 8 September 2026.9. Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung (WIHI), Pandeglang, masih berstatus CLOSED hingga estimasi pukul 10.00 WIB pada 8 September 2026.