"Dari saudara GM kemudian kami kembangkan, ia mengaku bekerja atas perintah atau suruhan saudara NL. Nah, saudara NL inilah yang kemudian kita dalami, dia perannya adalah pencari mobil untuk digunakan serta pencari driver," kata Grawas, Jumat (2/10/2026).
Pengembangan kasus berlanjut hingga akhirnya polisi menangkap tersangka AGW. AGW inilah yang kemudian menggaji saudara NL serta saudara GM.
Polisi menjelaskan modus operandi kelima tersangka ini adalah dengan mengirimkan SMS (SMS blasting) yang berisi link website phishing. Pesan tersebut mengandung tautan phishing dengan mencatut sebuah coffe shop, provider, hingga jasa perbankan.
"Yang mana pada SMS itu terdapat link yang mengarahkan penggunanya ke sebuah website palsu yang menyerupai website asli," ujar Grawas.
Grawas menjelaskan pengungkapan kasus ini diawali dari adanya laporan tiga korban yang menerima SMS berisi promo dengan mengatasnamakan perbankan maupun e-commerce. Dalam SMS tersebut, korban diberi sebuah link untuk masuk ke dalam website palsu yang menyerupai website asli dari perbankan maupun e-commerce.
Masing-masing itu menerima SMS yang berbeda. Ada yang dari perbankan, ada yang dari e-commerce, ada juga dari provider. Yang intinya mengatakan bahwa 'Saldo poin plus-plus Anda sudah mau habis. Untuk menukarkan menjadi voucher atau menjadi barang, silakan klik link berikut ini', dan diarahkan ke sebuah website yang palsu menyerupai website yang asli," ungkap Grawas.