NADIKABAR.COM — Sejumlah orang mengaku jadi korban kekerasan seksual bos restoran Korea di Surabaya, SSY (64). Namun, hanya dua orang yang membuat laporan resmi ke polisi.
Kuasa hukum korban, Vena Naftalia mengungkapkan, selain dua orang yang sudah lapor ke polisi, ada tiga korban lain dalam dugaan kasus kekerasan seksual tersebut.
Mereka sebelumnya menghubungi Vena melalui media sosial dan menceritakan peristiwa yang menimpanya. Modusnya sama, terduga pelaku memaksa korban meminum alkohol kemudian melecehkan mereka.
Korban sendiri merupakan mantan karyawan dari bos restoran Korea tersebut. Namun, mereka memilih tidak membuat laporan ke polisi karena sejumlah alasan.
"Satu mereka alasannya karena sudah tinggal di luar pulau. Kedua, mereka ingin menutup lembaran lama itu dan sudah berjalan dengan lembaran baru," ungkap Vena kepada NadiKabar, Sabtu (22/8/2026).
Selain itu, Vena menyebut, kondisi perekonomian para korban juga terbatas. Apalagi saat ini korban ada yang sudah berada di luar pulau.
"Untuk melakukan LP itu perlu effort, bolak-balik itu biaya juga, gitu loh. Sementara mereka juga harus bertahan untuk hidup di ekonomi yang sekarang," tuturnya.
Sebelumnya, diketahui seorang karyawan restoran Korea di kawasan Jalan Mayjen HR Muhammad perempuan berinisial MAD (28) diduga jadi korban kekerasan seksual. Tindakan itu disebut dilakukan oleh SSY (64), sang pemilik restoran.
Ia mengaku mengalami kekerasan seksual berulang kali dalam rentang waktu beberapa bulan hingga sempat berpikir ingin mengakhiri hidupnya.
"Saya sudah mau bunuh diri waktu itu, sampai kapan saya sayang sama anak-anak, tapi saya juga harus sayang sama diri saya," ungkapnya.
Selain itu, MAD (28), ada pula asisten rumah tangga (ART) berinisial SUF (24) yang turut menjadi korban. Dua orang tersebut telah melapor ke Polrestabes Surabaya.
Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya Kompol Melatisari menyebut, saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.
"Proses njeh (ya)," ujar Melatisari saat dikonfirmasi NadiKabar, Jumat (21/8/2026).