Pihak berwenang menyebut para tersangka sebagai penganut ideologi Islam garis keras.

Serangan ini mengejutkan kerajaan tersebut, di mana umat Kristen mencakup sekitar tiga persen dari populasi Yordania yang mayoritas beragama Islam.

Sebagai tanggapan, Yordania melancarkan serangan mematikan terhadap "organisasi teroris" di Suriah. Pihak Yordania mengklaim telah menewaskan lebih dari 20 jihadis, namun tindakan ini sempat memicu krisis diplomatik singkat dengan negara tetangga tersebut.