Program tersebut, lanjut Nanik, masih akan terus berlanjut. Ia menyebut pada tahun ini terdapat pesanan 70 ribu unit becak listrik, namun baru sekitar 1.500 unit yang selesai diproduksi.
"Intinya Presiden ingin seluruh pebecak itu tidak mengontel lagi, semua pakai becak listrik," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia mengatakan perhatian Presiden Prabowo terhadap para pebecak dinilai dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mereka.
"Alhamdulillah, yang utama yang kami sampaikan dan mengucapkan terima kasih atas nama seluruh masyarakat Majalengka, terutama abang-abang becak yang hari ini mendapatkan kepercayaan. Perhatian Pak Presiden terhadap abang-abang becak," kata Eman.
Eman mengatakan, para penerima bantuan merupakan pebecak berusia lanjut yang masih ingin bekerja. Karena itu, penggunaan becak listrik diharapkan dapat mengurangi beban fisik mereka saat mencari penghasilan.
"Beliau tahu persis, mereka tetap ingin berusaha, tapi bagaimana agar usahanya tetap jalan, menjadi abang becak jalan, tapi tidak begitu berisiko menguras tenaga. Makanya diberikanlah becak listrik," ujarnya.
Di sisi lain, Eman juga mengingatkan penerima agar menjaga amanah bantuan tersebut dan tidak memperjualbelikannya. "Harus amanah, karena ini tadi penerimanya abang becak berumur 50 tahun ke atas, syaratnya tidak boleh diperjualbelikan, dipindahtangankan," tuturnya.
Ia berharap becak listrik tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk membantu para pebecak meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kesejahteraan keluarga.
"Yakin kalau sudah amanah pasti ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat kita, abang-abang becak kita, harapannya bisa sejahtera," pungkasnya.