"Capaian transaksi tahun 2025 lalu hingga Rp4,7 miliar pada Inacraft Oktober 2025 menunjukkan peluang besar bagi produk UMKM binaan. Tahun ini, kami melibatkan 38 UMKM agar semakin banyak pelaku usaha dapat menjangkau pelanggan baru dan membangun kerja sama yang mendukung pertumbuhan usahanya," ujar Baron.
Dalam pameran tersebut, pelaku UMKM dapat bertemu langsung dengan pengunjung, distributor, peritel, dan pembeli korporasi. Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengetahui kebutuhan konsumen serta mencari peluang pemasaran dan kerja sama.
Pameran tahun ini mengusung tema Techno Craft yang menggabungkan produk kerajinan tradisional dengan penggunaan teknologi. Teknologi diarahkan untuk meningkatkan presisi dan nilai tambah produk tanpa menghilangkan identitas budaya dan keterampilan perajin.