Hasil Java-Wide Leopard Survey (JWLS) yang dikoordinasikan Yayasan SINTAS Indonesia mengidentifikasi 51 individu macan tutul jawa, termasuk tiga anakan, di bentang alam Halimun-Salak.
Direktur Yayasan SINTAS Indonesia Hariyo T. Wibisono sebelumnya menyampaikan bahwa kelangsungan hidup macan tutul jawa dalam jangka panjang bergantung pada kualitas habitat, ketersediaan mangsa, konektivitas antarhabitat, serta pengelolaan berbagai tekanan terhadap kawasan.
Restorasi tersebut diarahkan untuk memulihkan lahan terdegradasi, meningkatkan kualitas habitat, dan memperkuat konektivitas ekosistem hutan. Keterlibatan kelompok tani hutan juga diharapkan memberikan peluang penghasilan bagi masyarakat sekitar kawasan.
Laksmi mengatakan keberhasilan restorasi tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari pemulihan kondisi hutan dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.