"Kami baru pulang dari Beijing, ketemu Menteri Pertanian Beijing, diskusi panjang lebar. Kita akan kerja sama ke depan memperkuat pangan, karena dunia lagi krisis pangan, krisis energi. Nah, ini kita harus jaga, Indonesia kita harus jaga di mana penduduk kita nomor 4 dunia, 286 juta orang," jelas Amran.
Seperti diketahui, sekitar 33 negara mengeluarkan imbauan agar masyarakat memiliki stok makanan tahan lama, air minum, obat-obatan, hingga perlengkapan darurat untuk menghadapi kemungkinan gangguan. Sejumlah negara bahkan merekomendasikan persediaan kebutuhan rumah tangga untuk setidaknya 72 jam sebagai langkah antisipasi.
Imbauan tersebut merupakan bentuk antisipasi terhadap berbagai risiko yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat. Risiko tersebut mencakup konflik geopolitik, bencana alam, cuaca ekstrem, serangan siber yang berdampak pada infrastruktur, hingga terhambatnya rantai pasok dan distribusi kebutuhan pokok.