Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengatakan bahwa berdasarkan aplikasi dashboard dan aplikasi terverifikasi lainnya, karhutla di Provinsi Riau sudah mereda. Agus Hadi mengatakan kondisi ini membuat Provinsi Riau keluar dari daftar wilayah karhutla.
"Sampai dengan hari ini Provinsi Riau dilihat dari dashboard maupun dari laporan-laporan verifikasi di lapangan, bahwa titik api kita dalam kondisi nol. Dan sesuai dengan yang disampaikan oleh BNPB, bahwa Provinsi Riau yang tadinya masuk dalam enam provinsi prioritas, sekarang dikeluarkan. Yang menjadi provinsi prioritas penanganan karhutla adalah enam provinsi," kata Agus Hadi.
Terbebaskan Provinsi Riau dari karhutla ini menunjukkan upaya kolaboratif dan gotong royong lintas sinergi berjalan efektif.
"Dengan kekuatan ini alhamdulillah kita bisa melakukan semua kegiatan ini dengan aman dan lancar," katanya.
Meski demikian, ia meminta seluruh instansi tidak berpuas diri. Agus Hadi meminta seluruh pihak tetap waspada karena musim hujan belum datang.
"Kita tidak akan berpuas diri karena memang kebakaran itu bisa terjadi kapan saja, bisa dilakukan oleh siapa saja. Oleh karena itu, langkah-langkah mitigasi yang sudah kita lakukan hari ini kita tambah lagi, kita perkuat lagi dengan memasang plang-plang peringatan sebagai wujud peringatan bagi siapa-siapa atau masyarakat yang berupaya baik sengaja maupun tidak sengaja untuk bisa menimbulkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah kita," pungkasnya.