Peningkatan signifikan kasus ISPA di Provinsi Kalimantan Tengah tercatat sebanyak 3.003 kasus. Sementara itu total ISPA di Provinsi Kalimantan Barat periode 1 Januari - 7 Agustus 2026 sebanyak 165.747 kasus.

Di Kalimantan Selatan, selain 18.423 kasus ISPA, tercatat pula penyakit sekunder seperti diare akut (4.107 kasus), pneumonia (1.232 kasus), suspek demam tifoid (1.175 kasus), dan ILI (761 kasus). Sedangkan di Provinsi Riau periode 1-23 Agustus 2026, terdata 2.182 kasus ISPA, 55 kasus asma, 42 kasus iritasi kulit, 16 kasus konjungtivitis, serta 15 kasus pneumonia.