NADIKABAR.COM — Banyak yang penasaran, tanggal 11 September 2026 memperingati hari apa? Ternyata, di tanggal ini terdapat beberapa momen penting yang diperingati secara nasional maupun global.

Mengetahui peringatan di tanggal-tanggal tertentu seperti hari ini, 11 September 2026, bukan sekadar menambah wawasan tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut. Hal ini bisa menjadi pengingat bagi semua untuk terus menghormati sejarah, menjaga kedamaian, serta meningkatkan kesadaran sosial.

Nah, bagi pembaca yang penasaran dan ingin tahu lebih dalam tentang apa saja hari peringatan di tanggal 11 September 2026, berikut ini NadiKabar sajikan informasi lengkapnya.

Hari Radio Nasional diperingati setiap 11 September, yang juga bertepatan dengan hari lahir atau HUT Radio Republik Indonesia (RRI).

Dilansir dari situs resmi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), tanggal 11 September ditetapkan sebagai Hari Radio Nasional dilatarbelakangi dari dihentikannya radio Hoso Kyoku pada tanggal 19 Agustus 1945.

Setelah pemberhentian itu, masyarakat Indonesia merasa buta akan informasi. Di sisi lain, terdengar desas desus kalau tentara Inggris yang mengatasnamakan sekutu akan menguasai Jawa dan Sumatera.

Berita tersebut membuat orang-orang yang pernah aktif di radio pada masa penjajahan Jepang merasa bahwa radio merupakan alat yang penting untuk berkomunikasi.

Maka pada tanggal 11 September 1945 pukul 17.00, 8 perwakilan bekas radio Hosu Kyoku yang terdiri dari Abdulrahman Saleh, Adang Kadarusman, Soehardi, Soetarji Hardjolukita, Soemarmadi, Sudomomarto, Harto dan Maladi mengadakan pertemuan bersama pemerintah di bekas gedung Raad Van Indje Pejambon untuk membahas permasalahan yang terjadi.

Abdulrahman Saleh yang saat itu menjadi ketua delegasi memaparkan beberapa rencana kepada pemerintah. Salah satunya yaitu menuntut pemerintah untuk mendirikan radio sebagai alat komunikasi tim redaksi pemerintah dengan rakyat mengingat tentara sekutu akan mendarat di Jakarta akhir September 1945.

Awalnya pemerintah tidak setuju dengan tuntutan tersebut dengan alasan alat-alat yang diperlukan untuk mendirikan radio sudah terdaftar sebagai barang inventaris sekutu. Namun, pada akhir pertemuan Abdulrahman Saleh memberikan solusi lain dengan membentuk persatuan Radio Republik Indonesia sebagai alat komunikasi tim redaksi pemerintah dengan rakyat.

Akhirnya pemerintah menyanggupi solusi tersebut, walaupun tidak sepenuhnya setuju.

Dan pada pukul 24.00, delegasi dari 8 stasiun radio di Jawa mengadakan rapat kedua di rumah Adang Kadarusman. Hasil rapat tersebut kemudian menetapkan Abdulrachman Saleh sebagai pemimpin RRI pertama.

Para delegasi yang ikut rapat saat itu adalah Soetaryo dari Purwokerto, Soemarmad dan Soedomomarto dari Yogyakarta, Soehardi dan Harto dari Semarang, Maladi dan Soetardi Hardjolukito dari Surakarta, serta Darya, Sakti Alamsyah dan Agus Marahsutan dari Bandung. Dua daerah lainnya, Surabaya dan Malang tidak ikut serta karena tidak adanya perwakilan.

Hari Mengenang Perpustakaan (Libraries Remember Day) diperingati setiap 11 September di Amerika Serikat. Peringatan ini menjadi momentum untuk menyoroti kontribusi penting perpustakaan umum bagi masyarakat.