"Sebagai pintu gerbang mobilitas udara di Bali, Bandara I Gusti Ngurah Rai memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pariwisata, serta pergerakan masyarakat baik domestik maupun internasional. Dapat kami sampaikan bahwa selama periode Januari hingga Juli 2026, seluruh operasional penerbangan dan kebandarudaraan berjalan dengan lancar, serta pelayanan kepada pengguna jasa berjalan secara optimal," ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Untuk rute domestik, lima rute dengan jumlah penumpang terbanyak yakni Cengkareng sebanyak 2,1 juta penumpang, Surabaya 738 ribu, Labuan Bajo 309 ribu, Makassar 258 ribu, dan Lombok Praya 253 ribu penumpang.

Selama Januari-Juli 2026, Bandara Ngurah Rai terhubung dengan 24 rute domestik yang dilayani oleh 11 maskapai penerbangan.

Nugroho mengatakan Bandara Ngurah Rai juga berfungsi sebagai bandara hub yang menghubungkan penumpang internasional dan domestik dengan berbagai destinasi di sekitarnya, termasuk Labuan Bajo dan Lombok.

"Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali juga menjalankan peranan sebagai bandara hub, yakni menjadi penghubung penumpang mancanegara dan domestik ke berbagai destinasi di sekitarnya, termasuk di dalamnya destinasi tujuan wisata seperti Labuan Bajo dan Lombok. Tentunya hal ini menjadi penegasan atas peranan Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai salah satu simpul konektivitas penting Indonesia dan kawasan regional secara lebih luas," katanya.