Banyak orang menganggap olahraga yang membuat tubuh berkeringat sebagai cara utama untuk mengontrol berat badan. Padahal, latihan kekuatan juga memiliki peran penting, terutama untuk mempertahankan massa otot dan mendukung metabolisme setelah berat badan turun.
Ahli gizi sekaligus peneliti Michelle Cardel menjelaskan bahwa metabolisme saat tubuh beristirahat cenderung menurun setelah seseorang kehilangan berat badan. Kondisi tersebut dapat membuat jumlah kalori yang tubuh bakar ikut berkurang.
Younkin menambahkan bahwa kehilangan massa otot juga dapat menurunkan kebutuhan kalori sehingga meningkatkan risiko berat badan kembali naik.
Karena itu, lakukan latihan kekuatan setidaknya dua kali dalam seminggu. Mulailah secara bertahap dengan melatih seluruh kelompok otot utama, kemudian tingkatkan intensitas latihan sesuai kemampuan tubuh.
Menjaga berat badan tidak hanya berarti mengurangi makanan tertentu. Tubuh juga membutuhkan nutrisi yang dapat membantu mempertahankan rasa kenyang, salah satunya protein.
Masukkan sumber protein dalam setiap waktu makan untuk membantu mengontrol rasa lapar sekaligus menjaga pola makan tetap seimbang.
"Pola makan tinggi protein yang menyediakan sekitar 25-30% kalori harian dari protein dapat membantu mempertahankan penurunan berat badan," ujar Younkin.
Menurutnya, asupan protein yang lebih tinggi dapat meningkatkan rasa kenyang dengan memperlambat pengosongan lambung sekaligus merangsang hormon yang mengatur nafsu makan.