"Namun demikian monitoring ke lapangan, tindakan yang menghambat penggunaan jalan tidak terjadi lagi," pungkasnya.

Kasus ini mencuat setelah sebuah video berdurasi 44 detik memperlihatkan seorang pria mengamuk di kawasan Citiis, Desa Sukamekar. Pria berjaket hijau tersebut tampak geram dan membuka paksa palang jalan karena dimintai uang sebesar Rp 50.000 oleh oknum penjaga jalan saat hendak menjemput anaknya.

Dalam video tersebut, pria itu meluapkan kekesalannya karena merasa akses publik dihambat oleh praktik pungli yang tidak masuk akal.

"Ku aing dibuka, tanggungjawab Aya nanaon. Ngajemput budak dipenta Rp 50 rebu, ayena balik deui hantem dipenta Rp 50 ribu deui (ku saya dibuka, tanggungjawab kalau terjadi apa-apa. Jemput anak diminta Rp 50 ribu, sekarang balik lagi terus kembali diminta Rp 50 ribu)," ujar pria dalam video tersebut.