"Sesampainya di sana kemudian terjadilah tawuran tim redaksi korban dan salah satu dari Geng Pelajar Sinting dengan sama-sama menggunakan celurit," ujar Rudi.

Nahas, korban tertusuk celurit pada bagian dadanya. Menurut Rudi, darah mengucur deras dari tubuh korban akibat peristiwa itu.

"Kemudian korban menerima tusukan celurit di bagian dada sebelah kiri. Korban mau membalas bacok tapi celurit yang digunakan korban patah dan terlempar ke parit kemudian darah mengucur deras di badan korban," terang Rudi.

Akibat peristiwa itu, dua orang yang juga terlibat tawuran satu kelompok dengan korban membawanya ke rumah sakit. Mereka sempat mengaku korban terluka karena kecelakaan.

"Pengakuan dari yang nganter itu kecelakaan. Tapi dokter yang jaga dari RS Charlie Hospital Karangtengah saat itu curiga karena luka yang diderita korban itu tidak menggambarkan sebuah kecelakaan," jelas Rudi.

Kejanggalan itu lalu dilaporkan oleh pihak rumah sakit kepada polisi. Rudi mengungkapkan korban yang sempat dirawat akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

"Karena hal itu pihak rumah sakit menghubungi kantor polisi terdekat yaitu Polsek Karangtengah. Setelah beberapa saat dilakukan pemeriksaan, korban meninggal dunia," kata Rudi.