Zulhas menjelaskan pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembentukan badan hukum koperasi yang telah diselesaikan dalam beberapa bulan. Tahapan berikutnya adalah pembangunan fisik dan persiapan operasional koperasi.

Dalam pelaksanaan pembangunan, pemerintah turut melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Zulhas menjelaskan keterlibatan tersebut diperlukan untuk mempercepat pembangunan 80.000 bangunan koperasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Untuk membangun 80 ribu bangunan yang besar gini, tanahnya segala macam, tempatnya di seluruh Indonesia. Nggak mungkin kita satu-satu tender. Kalau satu-satu tender, nanti ada yang miring, dipanggil lagi, setop lagi. Bisa 10 tahun lah, kelar.Oleh karena itu kita minta semua pihak, termasuk TNI," bebernya.

Zulhas mengungkapkan saat ini hampir 29.000 Kopdes Merah Putih telah mencapai tahap kesiapan pembangunan. Dari jumlah tersebut, sekitar 8.000 koperasi sedang dalam proses pemenuhan perlengkapan untuk mendukung kegiatan operasional.