Selain itu, solidaritas siswa pencinta alam juga dinilai efektif menjauhkan para pelajar dari kebiasaan-kebiasaan negatif seperti tawuran, perundungan dan lainnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan Sarwoko menilai kegiatan itu dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah di sekolah.

Sarwoko menjelaskan kegiatan tersebut sejalan dengan program Jaga Olah Sampah Sekolah (JOSS) yang menjadi salah satu program Gubernur DKI Jakarta dalam mendorong pengelolaan sampah sejak dari lingkungan pendidikan.

"Saya menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa ini. Mudah-mudahan memberikan dampak positif bagi para siswa. Anak-anak yang tergabung dalam kelompok pecinta alam tentu memiliki kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan," ujarnya.

Ia menjelaskan program JOSS telah dilaksanakan di berbagai sekolah di Jakarta.

Puncak kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Lapangan Banteng pada 19 Desember mendatang dan diharapkan dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta.

Sarwoko berharap gerakan peduli lingkungan di sekolah tidak hanya berfokus pada pengurangan dan pengolahan sampah, tetapi juga diikuti dengan upaya penghijauan.