Ia mendorong para siswa untuk turut menanam dan merawat pohon di lingkungan sekolah agar suasana menjadi lebih hijau dan rindang.

Keberadaan pepohonan juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sirkulasi udara sehingga lingkungan belajar semakin nyaman.

"Jadi, bukan hanya mengurus sampah, tetapi bagaimana pohon-pohon juga bisa tumbuh sehingga sekolah tampak hijau dan rindang serta sirkulasi udaranya lebih baik," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sarwoko berharap kegiatan yang melibatkan siswa pecinta alam tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah.

Dalam hal ini, para siswa dapat menjadi penggerak sekaligus agen edukasi bagi teman-temannya di sekolah masing-masing, sehingga budaya menjaga kebersihan, mengolah sampah, dan menghijaukan lingkungan dapat diterapkan secara konsisten.

Salah satu siswa pencinta alam dari SMA Negeri 54 Jakarta, Angelica Refalina Sitorus, mengaku belajar banyak tentang pelestarian lingkungan saat mengikuti kegiatan sarasehan tersebut.

"Banyak wawasan yang didapat tentang perlunya menjaga dan melestarikan lingkungan. Kita juga bisa bertemu, menambah kawan, dan berbagi pengalaman dengan siswa pecinta alam dari sekolah lain," kata siswi kelas XI itu.