NADIKABAR.COM — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menegaskan pihaknya fokus mempercepat realisasi bantuan hunian untuk warga terdampak gempa dahsyat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Total puluhan ribu rumah warga rusak akibat bencana itu.

"Skema bantuan tersebut meliputi bantuan pembangunan hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), distribusi Dana Tunggu Hunian (DTH) dan Dana Stimulan Rumah Rusak Ringan dan Sedang," kata Suharyanto dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).

Sebagaimana diketahui, gempa magnitudo (M) 7,7 melanda sejumlah wilayah di NTT pada 16 Agustus 2026 yang lalu. Pada akhir September 2026 lalu, tujuh kabupaten terdampak bencana gempa NTT di Flores Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ende, Ngada dan Sikka, telah mengakhiri periode tanggap darurat secara bertahap. Sementara, Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo mengakhiri status tanggap darurat, yaitu pada 28 September 2026 lalu.

Data pemutakhiran BNPB tanggal 27 September 2026, jumlah rumah rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan yang telah terverifikasi sementara di NTT mencapai 44.767 unit. Sementara terkait target penerima DTH dan huntara berdasarkan data yang data pemutakhiran pada 28 September 2026, jumlahnya mencapai 4.008 penerima dengan estimasi total pembiayaan sebesar Rp 136.272.000.000.

Dari data BNPB tanggal 29 September 2026, dari target sementara pembangunan huntara, sebanyak 124 unit sudah selesai dibangun. sebanyak 861 lainnya sedang dibangun dengan progres pengerjaan kurang dari 50 persen, 117 unit pengerjaannya sudah di atas 50 persen dan 299 unit masih dalam tahap penyiapan lahan, survei titik lokasi dan droping material.