Muzakkir menilai potensi penyalahgunaan data NIK saat pendaftaran kartu perdana ponsel oleh sejumlah oknum menjadi penyebab banyaknya masyarakat miskin, terutama desil 1 dan desil 2, yang terindikasi judol.

"Logika saya, bisa jadi NIK si penerima bansos atau para lansia ini dipakai oleh orang lain untuk mendaftar nomor telepon baru. Nah, nomor baru itulah yang kemudian dipakai mendaftar akun judol," tuturnya.

Bagi masyarakat yang merasa tidak pernah bermain judol ataupun ingin memperbaiki data, Dinsos Mataram membuka mekanisme sanggahan resmi di tingkat kelurahan.