NADIKABAR.COM — Pemerintah memperkuat pelatihan vokasi sebagai instrumen untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Pasalnya, di sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional telah menurun menjadi 4,65%. Namun, tantangan struktural masih perlu menjadi perhatian karena sekitar 67% dari total pengangguran berasal dari kelompok generasi muda atau sekitar 4,8 juta orang.
Kondisi tersebut semakin menunjukkan pentingnya pelatihan vokasi dalam mengurangi kesenjangan tim redaksi kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.
Oleh karena itu kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pelatihan vokasi penting dalam mengurangi kesenjangan tim redaksi kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.
Airlangga menjelaskan bahwa penguatan pelatihan vokasi tidak terlepas dari kebutuhan untuk memastikan pertumbuhan investasi diikuti dengan kesiapan tenaga kerja.