NADIKABAR.COM — Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan mencatat 180 penerbangan terdampak asap karhutla sepanjang 28 September hingga 4 Oktober 2026. Jumlah penerbangan yang terdampak itu berkurang dibandingkan periode sebelumnya.

"Jumlah tersebut menurun dibandingkan periode 21-27 September 2026 yang mencatat 304 penerbangan terdampak," ujar Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, dalam keterangan resmi, seperti Kamis (8/10/2026).

Dalam sepekan terakhir, Otban mencatat 63 penerbangan mengalami keterlambatan atau delayed. Selain itu, terdapat 117 penerbangan mengalami pembatalan atau penundaan (cancelled/postponed).

"Cancelled/postponed menurun dari 240 menjadi 117 penerbangan atau sekitar 51,3 persen. Adapun penerbangan diverted juga mengalami penurunan dari 1 penerbangan menjadi nihil," kata Ferdinan.

Secara kewilayahan, Kalimantan Tengah masih mencatat jumlah penerbangan terdampak terbanyak. Sebanyak 125 penerbangan masih terdampak akibat kabut asap karhutla.

Jumlah tersebut terdiri atas 38 delayed dan 87 cancelled/postponed. Angka ini menurun dari 225 penerbangan pada periode sebelumnya menjadi 125 penerbangan atau sekitar 44,4 persen.

"Kalimantan Tengah menyumbang sekitar 69,4 persen dari total penerbangan terdampak selama 28 September-4 Oktober 2026," ulas Ferdinan.