Bahri menyebut saat ini laporan yang dilayangkan sudah naik ke penyidikan dan tinggal mengumumkan para tersangka dari dua laporan kasus pengeroyokan dan pencemaran nama baik.
"Sejak dilaporkan kita sudah koordinasi ke polres dan perkara ini langsung kemarin setelah dilakukan gelar perkara sudah naik ke sidik. Dan dalam waktu dekat semua pihak akan dipanggil dan kemungkinan mereka semua akan jadi tersangka semuanya," tandas Bahri.
Sebelumnya, video berdurasi 7 menit 7 detik yang memperlihatkan dugaan pengeroyokan tersebut viral di media sosial dan dilihat NadiKabar pada Rabu (12/8/2026). Dalam rekaman itu, korban terlihat terkapar di lantai, sementara seorang perempuan menjambak rambutnya dan perempuan lain memegangi tangan korban.
Korban yang dituding sebagai pelakor terdengar meminta agar pengeroyokan dihentikan dan mengaku meminta maaf.
"Ambueh ongkok la mi saporanah jek bengkangih engkok mi (Mau berhenti saya Bu. Minta maaf saya Bu)," salah satu kalimat yang diucapkan perempuan dituding pelakor itu, dilihat NadiKabar, Rabu (12/8/2026).
Perempuan lain dalam video tersebut kemudian menyinggung status suami dan anak yang dimiliki pria yang diduga menjalin hubungan dengan korban.
"Je'la taoh Andik bineh, Andi anak makgik eterrossagih, lakar la pelakor (Sudah tahu kalau sudah punya istri, punya anak kok ya diteruskan, memang pelakor)," sahut salah satu perempuan yang turut menjadikannya bulan-bulanan.