Xi mengatakan AS dan China dapat menjalankan persaingan secara sehat tanpa harus berujung pada konfrontasi. Menurutnya, persaingan seharusnya menjadi perlombaan untuk saling mengejar, bukan pertarungan yang mengharuskan satu pihak menang dan pihak lainnya kalah.

Taiwan juga muncul dalam pembicaraan. Berdasarkan keterangan pemerintah China, Xi meminta AS menentang kemerdekaan Taiwan. Trump sendiri belum memberikan komentar publik mengenai Taiwan dalam rangkaian pertemuan tersebut.

Kedua pemimpin juga membahas situasi Timur Tengah. Namun, keterangan resmi China mengenai pertemuan itu tidak secara spesifik menyebut perang Iran.

Trump dan Xi belum mengumumkan langkah konkret baru terkait pengembangan maupun pengendalian AI. Padahal, perkembangan teknologi tersebut telah memunculkan kekhawatiran dari sejumlah pemimpin industri teknologi dan anggota parlemen AS.

Sebelum Xi tiba di Gedung Putih, Trump mengatakan ingin mempertahankan kondisi pengembangan AI seperti sekarang. Ia juga menyebut China memiliki posisi yang sama.

Xi kemudian menekankan AS dan China sama-sama memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk mengembangkan serta mengelola AI agar memberikan manfaat. Pengembangan teknologi tersebut, menurut Xi, juga harus tetap berada di bawah kendali manusia.

Xi turut mendorong kerja sama AS-China di bidang AI. Meski demikian, tidak ada rincian mengenai bentuk kerja sama maupun kesepakatan konkret yang diumumkan setelah pertemuan.

Trump memberikan penyambutan besar-besaran kepada Xi selama kunjungan kenegaraan tersebut. Karpet merah dibentangkan ketika pesawat Xi tiba di Joint Base Andrews dan kembali disiapkan ketika rombongannya tiba di Gedung Putih.