NADIKABAR.COM — Tembiluk sering dikira cacing, padahal termasuk keluarga kerang. Tembiluk yang dikonsumsi di beberapa daerah ini juga punya beberapa fakta unik.
Indonesia punya banyak bahan makanan unik yang tumbuh dari lingkungan sekitar. Salah satunya berasal dari kawasan pesisir dan hutan mangrove.
Bentuknya mungkin membuat sebagian orang ragu untuk mencicipinya. Namun, bagi masyarakat tertentu, hewan ini sudah lama dikenal sebagai bahan pangan.
Keunikannya tak hanya terletak pada bentuk, tetapi juga habitat dan cara hidupnya. Hewan ini bahkan memiliki peran tersendiri dalam ekosistem mangrove.
Tembiluk sering disebut cacing kayu karena tubuhnya panjang dan menyerupai cacing. Padahal, hewan bernama ilmiah Bactronophorus thoracites ini termasuk moluska bivalvia.
Secara taksonomi, tembiluk masuk famili Teredinidae yang dikenal sebagai kelompok kerang penggerek kayu. Bentuk tubuhnya memang tidak seperti kerang yang biasa ditemukan di meja makan.
Tubuh tembiluk berwarna putih pucat dan bentuknya memanjang. Ukurannya juga cukup besar, bahkan peneliti mencatat panjangnya dapat mencapai 56 centimeter.