Tembiluk memiliki habitat yang cukup unik karena hidup di dalam kayu, terutama kawasan mangrove. Hewan ini dapat ditemukan pada batang atau akar mangrove yang telah mati dan membusuk.
Untuk mendapatkan tembiluk, kayu yang menjadi tempat tinggalnya perlu dibelah. Dari luar, kayu tersebut bahkan bisa terlihat tetap mulus meski bagian dalamnya telah dilubangi.
Tembiluk menggunakan kayu sebagai tempat tinggal sekaligus sumber makanan. Aktivitas tersebut membuatnya dikenal sebagai wood-boring shipworm atau kerang penggerek kayu.
Kebiasaan menggerek kayu membuat tembiluk kerap dianggap merugikan manusia. Kelompok shipworm memang dapat merusak struktur kayu seperti kapal, dermaga, dan tiang.
Namun, tembiluk juga memiliki fungsi ekologis yang penting. Aktivitasnya membantu proses penguraian kayu mati di kawasan mangrove dan ikut berperan dalam siklus karbon.
Penelitian menyebut shipworm mampu mempercepat proses penguraian kayu dibandingkan jamur atau bakteri laut. Karena itu, keberadaannya tidak semata-mata bisa dilihat sebagai hama.