Di sejumlah daerah Indonesia, tembiluk bukan sekadar hewan yang ditemukan di mangrove. Hewan ini dikonsumsi masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan Utara, Papua, dan Sulawesi.
Di Kalimantan Utara, tembiluk dikenal sebagai salah satu pangan yang dikonsumsi masyarakat Tidung dan Belusu. Dilansir dari RRI, (4/9/2026), hewan ini menjadi kuliner unik yang diwariskan dalam tradisi masyarakat setempat.
Tembiluk juga dikenal dengan nama berbeda di sejumlah daerah. Di Papua dan sebagian wilayah Indonesia timur, Bactronophorus thoracites lebih sering disebut tambelo atau temilok.
Tembiluk dikenal sebagai pangan yang dapat dikonsumsi mentah oleh masyarakat yang terbiasa menyantapnya. Penelitian di Asia Tenggara juga mencatat hewan ini sebagai salah satu jenis shipworm yang dimakan.
Cara mengonsumsinya menjadi bagian menarik dari tradisi kuliner masyarakat pesisir. Namun, keamanan konsumsi tetap perlu diperhatikan karena tembiluk berasal dari lingkungan mangrove dan perairan.
Penelitian mengenai tembiluk juga masih terus dilakukan, termasuk terkait kandungan dan potensi biologisnya. Jadi, berbagai klaim kesehatan tentang tembiluk sebaiknya tidak dianggap sebagai khasiat medis yang sudah terbukti.