Tak sekadar teguran lisan, Pemkot Surabaya menjatuhkan tindakan disiplin tegas dengan mencopot petugas bernama Navi dari bagian pelayanan publik (front office). Saat ini, yang bersangkutan dipindahkan ke bagian lain untuk menjalani pembinaan khusus.
"Sudah tidak di pelayanan front office lagi, posisinya dirotasi dan saat ini kami lakukan pembinaan," tegas Irvan.
Buntut dari kejadian ini, Dispendukcapil Surabaya berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komunikasi dan hospitality seluruh jajarannya. Pihaknya berjanji memaksimalkan sosialisasi pengurusan adminduk mandiri (online) hingga memperluas layanan jemput bola sampai ke tingkat Balai RW.
"Kami tingkatkan pelayanan hingga di tingkat kelurahan. Kami juga makin masif menyosialisasikan pengurusan adminduk secara online atau mandiri, bahkan pelayanan jemput bola sampai ke Balai RW," pungkas Irvan.