Namun, rencana tersebut berubah setelah penerbangan dari Bandara Radin Inten II terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Kelima jemaah itu akhirnya memutuskan untuk tidak menunggu kepastian keberangkatan dari Lampung.
Rahmawati kemudian meminta anaknya mengambil kendaraan agar mereka dapat segera berangkat menuju Pelabuhan Bakauheni dan melanjutkan perjalanan melalui jalur penyeberangan.
"Ini anak saya suruh pulang ambil mobil, ke sana naik mobil. Mudah-mudahan penyeberangan juga bisa," ujarnya.
Menurut Rahmawati, waktu menjadi faktor yang sangat menentukan dalam perjalanan tersebut. Mereka khawatir semakin lama tertahan di Lampung, semakin besar kemungkinan kehilangan penerbangan lanjutan ke Arab Saudi.
Setibanya di Bakauheni, rombongan masih harus menyeberangi Selat Sunda menuju Merak. Setelah itu, mereka perlu kembali menempuh perjalanan darat menuju Jakarta untuk mengejar penerbangan dari Bandara Soetta.