Menurut Agung, lahan yang terbakar di sejumlah titik merupakan hutan rakyat atau tanah pajakan masyarakat. Vegetasi yang terbakar didominasi serasah daun jati, rumput, serta semak belukar.

"Itu area lahan yang terbakar adalah tanah pajakan dari masyarakat. Vegetasinya pohon jati, sedangkan yang terbakar serasah daun jati dan tumbuhan bawah seperti semak belukar," jelasnya.

Rinciannya, lahan terbakar di Desa Munggu dan Desa Nambak masing-masing sekitar 1 hektare. Kemudian di Desa Duri sekitar 1,1 hektare dan Desa Ngilo-ilo sekitar 1 hektare.

"Yang agak luas itu informasi dari Perhutani kemarin di Desa Pandak, kurang lebih 2 hektare yang terbakar," terang Agung.