Dengan demikian, total luasan lahan yang terbakar dari lima kejadian tersebut mencapai sekitar 6,1 hektare.

"Jadi kurang lebih dari beberapa kejadian tersebut ada 6,1 hektare yang terbakar," tambahnya.

Agung mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal atau beraktivitas di sekitar kawasan hutan, meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan maupun membuang puntung rokok di kawasan yang rawan terbakar.

"Karena memang situasi kering dan panas itu juga bisa menimbulkan titik api, apalagi disertai hembusan angin yang cukup kencang beberapa hari di wilayah Kabupaten Ponorogo," pungkasnya.