Kehadiran perkebunan kopi Kintamani ditujukan untuk menjaga keseimbangan alam dengan menggunakan sistem irigasi subak, pupuk organik, dan tanpa pestisida. Penanaman pohonnya juga beriringan dengan pohon jeruk atau sayuran lainnya.
Tanaman kopi kintamani yang tumbuh di gunung Batur membuatnya menjadi istimewa. Gunung Batur dikenal sebagai gunung merapi yang masih aktif. Oleh karena itu, gunung ini memiliki tanah yang kaya akan mineral.
Kopi yang ditanam di ketinggian berkisar tim redaksi 1.000 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut itu juga penting. Sebab, udara pegunungan yang sejuk bisa memperlambat laju pematangan buah kopi. Memungkinkan gula alami di alamnya bisa berkembang sepenuhnya.
Aroma dan cita rasa biji kopi Kintamani sangat khas, yaitu citrusy atau seperti jeruk. Rupanya ada alasan di balik hal tersebut.
Rasa ini sepenuhnya alami, berasal dari penanaman yang berdampingan dengan pohon jeruk. Di perkebunan, kopi Kintamani ditanam di sela-sela pohon jeruk dan kakao.
Daun-daun besar dari pohon jeruk menciptakan naungan yang melindungi tanaman kopi dari terik matahari sore. Di bawah tanah, akar-akarnya juga berbagi tanah vulkanik yang sama dan bertukar nutrisi. Menghasilkan biji kopi Kintamani menyerap rasa dari pohon buah-buahan di sekitarnya, lapor greenlot.coffee (4/9).