NADIKABAR.COM — Banyak chef dan ibu rumah tangga lebih suka pakai kompor gas daripada kompor induksi. Padahal, ada beberapa keunggulan kompor induksi yang tidak bisa ditemukan di kompor lain!

Kompor gas saat ini masih menjadi pilihan banyak orang. Bahkan chef profesional sekalipun lebih suka memasak menggunakan kompor gas karena dinilai punya kontrol panas yang responsif dengan kekuatan api ideal untuk mengolah berbagai hidangan.

Namun, kompor gas punya potensi berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan. Misalnya, saat dimatikan, kompor gas bisa melepaskan polutan berbahaya ke udara, sepetri nitrogen dioksida, benzena, dan karbon monoksida, yang menimbulkan risiko kesehatan serius.

Memasak dengan kompor gas juga berkontribusi pada beberapa emisi gas rumah kaca yang berkaitan dengan perubahan iklim. Nyala api terbuka di kompor ini juga bisa menimbulkan masalah keselamatan, seperti risiko kebakaran dan luka bakar.

Untuk menghindari hal tersebut, ada alternatif yang bisa dicoba yaitu kompor induksi. Kompor induksi menggunakan energi elektromagnetik untuk memanaskan peralatan masak secara langsung.

Hal ini memungkinkan alat tersebut memanas dan mendingin dengan cepat. Hasilnya, mengurangi risiko cedera, kebakaran, atau makanan menjadi terlalu matang.

Namun, ada alasan lain kenapa kompor induksi bisa menjadi alternatif terbaik. Kompor ini juga punya keunggulan yang tidak dimiliki oleh kompor gas.

Dilansir dari tastingtable.com (8/9), berikut 5 keunggulan kompor induksi:

Jika dibandingkan kompor gas dan kompor listrik, kompor induksi bisa memasak air paling cepat. Consumer Reports menemukan bahwa kompor induksi bisa merebus air 40% lebih cepat dan pengaturan memasak lebih mudah disesuaikan serta responsif.

Hal ini bisa terjadi karena cara kerja kompor tersebut. Alih-alih memanaskan pemanas koil induksi dan mentransfer energi ke perlatan masak, kompor induksi menggunakan media nasional tembaga yang dialiri arus listrik bolak-balik yang menciptakan medan magnet.

Ketika meletakkan alat masak magnetik di atasnya, arus listrik kecil dikirim ke logam, sehingga panci atau wajan bisa panas dengan cepat.

Cara kerja tersebut membuat waktu memasak juga menjadi semakin cepat. Kalau kompor gas biasanya butuh waktu 15 menit untuk memanaskan panci isi enam liter air, berbeda dengan kompor induksi yang hanya butuh waktu 5 menit.

Kompor gas bisa membahayakan lingkungan karena melepaskan metana ke udara, bahkan saat kompor dimatikan. Alat ini juga mengeluarkan formaldehida dan benzena, berupa racun dan karsinogen terkait dengan kanker dan asma.

Jika gas alam tidak terbakar atau tidak sepenuhnya terbakar, kompor dapat mengeluarkan karbon monoksida ke udara, yang bisa berisiko mengakibatkan keracunan. Gejala yang ditimbulkan seperti flu hingga kerusakan organ.

Kompor induksi tidak akan mengeluarkan polutan udara dalam ruangan seperti kompor gas. Jadi, alat ini tidak menimbulkan risiko kebocoran berbahaya atau keracunan karbon monoksida.

Kompor ini juga bisa mencegah masalah kesehatan disebabkan oleh partikel debu di udara, yang biasanya muncul ketika masak dengan kompor gas.

Kompor induksi menawarkan kontrol suhu yang presisi dan respons cepat saat menaikkan dan menurunkan panas. Arus listrik yang mengalir ke peralatan masak merespon dengan segera, memungkinkan makanan segera mendidih.

Kompor induksi juga bisa mempertahankan suhu konsisten dari waktu ke waktu. Dengan memasak menggunakan kompor induksi, distribusi panas yang tepat dan merata dapat mencegah makanan gosong atau kurang matang, meningkatkan kualitas dan keamanan makanan.

Saat mempertimbangkan apakah kompor gas atau kompor induksi yang lebih terjangkau dalam jangka panjang, kompor induksi jadi juaranya. Menurut Departemen Energi AS, kompor induksi dianggap tiga kali lebih efisien daripada kompor gas. Kompor ini juga lebih efisien daripada kompor listrik konvensional.

Memasak menggunakan kompor induksi menghasilkan panas lebih sedikit daripada model gas atau lstrik. Energi panas yang dihasilkan langsung diserap oleh peralatan masak daripada dilepaskan ke udara, membuat waktu memasak lebih cepat yang otomatis mengurangi durasi penggunaan energi. Hal ini juga membantu mengurangi beban pada sistem pendingin rumah dan akhirnya menghemat listrik rumah secara keseluruhan.

Keuntungan lainnya, alat induksi ini ditenagai oleh energi terbarukan, seperti tenaga surya. Membuatnya lebih ramah lingkungan dan murah untuk dioperasikan.

Kompor gas dan listrik terkadang mengkhawatirkan, terutama jika kamu punya anak kecil atau orang tua lanjut usia di rumah. Sebab, kompor gas dan kompor listrik ini bisa menyebabkan kebakaran atau luka bakar jika masak tanpa pengawasan.

Namun, kompor induksi bisa mengurangi bahaya keselamatan tersebut melalui fitur yang dapat mencegah kebakaran dan luka bakar. Salah satu kelebihan terbesarnya adalah kompor ini tidak menjadi terlalu panas dan berbahaya.

Kompor hanya aktif ketika panci atau wajan yang kompatibel diletakkan di atasnya. Ketika peralatan masak diangkat, permukaan langsung terasa dingin saat disentuh. Beberapa model juga menawarkan fitur pintar yang memungkinkan kamu mengontrol alat tersebut dari jarak jauh.