Makanan khas Jepang satu ini punya penyajian yang elegan. Mengejutkannya, makanan ini terbuat dari bahan dasar yang jauh berbeda dari kebanyakan makanan Jepang lainnya.
Bukan dibuat dari daging ikan mentah atau seafood mentah, shirako justru diolah dari sperma atau organ reproduksi ikan kod atau ikan lainnya, seperti anglerfish, salmon, bahkan ikan buntal. Namun, organ reproduksi ini hanya bisa diketahui oleh para nelayan dan koki profesional saja.
Makanan ini populer selama musim dingin dan disajikan segar. Olahan populernya adalah dikukus ringan atau dipanggang.
Meski bahannya tidak biasa, shirako dihargai karena teksturnya yang sangat lembut dan rasa halus. Shirako juga bisa disajikan dengan berbagai cara. Di restoran sushi premium, shirako sering dijadikan topping sushi atau sashimi mentah.
Dari Peru ada hidangan bernama cuy yang terbuat dari daging guinea pig atau marmut. Daging hewan ini memang telah menjadi bagian dari masakan Andes, Peru selama ribuan tahun dan tetap menjadi hidangan yang digemari.
Makanan ini mungkin sering ditemukan di restoran. Tetapi banyak juga yang menjualnya di pasar lokal dan warung makan pinggir jalan, terutama selama festival.
Biasanya cuy dibumbui rempah-rempah sebelum dipanggang dan dimasak hingga kulitnya menjadi lebih renyah. Dagingnya dikenal lembut dengan rasa yang khas.