Budaya minum teh sudah lama melekat di China, tetapi kopi mulai mendapatkan tempat seiring perubahan gaya hidup di negara tersebut.

Meningkatnya minat terhadap kopi turut mendorong sejumlah petani beralih dari tanaman teh ke kopi dengan harapan mendapatkan penghasilan lebih baik.

Seiring meningkatnya minat warga China terhadap kopi, industri kopi di China sempat mencatat pertumbuhan sekitar 16% per tahun.

Sebagian hasil produksinya masih diserap perusahaan besar untuk diolah menjadi kopi instan bagi pasar domestik. Meski industri kopinya terbilang lebih muda, kondisi iklim di beberapa wilayah China dinilai berpotensi mendukung produksi kopi berkualitas.

Vietnam dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Produksinya didominasi robusta yang mencapai sekitar 90%, sedangkan sisanya berupa arabika yang banyak ditanam di kawasan dataran tinggi dan pegunungan.

Kondisi beberapa wilayah tersebut juga mendukung produksi arabika dan specialty coffee atau kopi yang berkualitas tinggi. Sebagian besar kopi Vietnam diekspor untuk kemudian diolah menjadi kopi instan, kapsul, maupun produk lainnya.

Negara ini juga punya cara minum kopi yang khas. Kopi robusta diseduh dengan rasa kuat, kemudian dipadukan dengan susu kental manis untuk menghasilkan rasa manis dan creamy.

Industri kopi Thailand mulai berkembang pada 1970-an ketika pemerintah mendorong tanaman kopi sebagai alternatif bagi petani opium di wilayah utara.