Salah satu kawasan yang berkembang adalah Doi Chaang, tempat kopi ditanam bersama pepohonan yang sudah ada tanpa mengandalkan perkebunan monokultur.

Pegunungannya berada pada ketinggian sekitar 1.500-1.700 meter dengan iklim relatif sejuk sehingga cocok untuk kopi jenis arabika.

Buah kopi dipanen dengan tangan ketika sudah matang, umumnya pada pertengahan November hingga pertengahan Maret. Doi Chaang kemudian dikenal sebagai salah satu arabika berkualitas di dunia yang dihasilkan dari Thailand.

Tak kalah populer dari kopi Vietnam, Indonesia memiliki ribuan pulau dengan kondisi tropis yang cocok untuk perkebunan kopi. Tanaman arabika pertama kali dibawa kolonial Belanda pada abad ke-17.

Industri kopi di Indonesia kemudian menghadapi masalah ketika penyakit menyerang banyak tanaman sehingga petani mulai beralih ke kopi robusta yang lebih tahan terhadap penyakit dan hama.

Meski produksi robustanya besar, Indonesia juga memiliki kopi arabika premium berkualitas yang dikenal secara internasional. Salah satunya Mandheling dari Sumatra dengan karakter rasa yang kuat.

Indonesia juga terkenal dengan kopi luwak yang diproses dari biji kopi setelah melewati sistem pencernaan luwak, yang masuk ke dalam daftar kopi termahal di dunia.