Hasan memperkirakan ada potensi tambahan penghimpunan dana sekitar Rp 24 triliun hingga akhir tahun. Dana tersebut berasal dari penerbitan efek bersifat utang dan sukuk yang jatuh tempo dan berpotensi melakukan refinancing.

"Berarti masih ada peluang lah kita untuk bisa berharap mencapai angka target yang dicanangkan Rp 250 triliun dimaksud," jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Hasan menyebut minat investasi di pasar modal dinilai masih kuat meski sepanjang tahun ini pasar menghadapi berbagai dinamika dan tekanan. Hal itu terutama terlihat dari pertumbuhan jumlah investor ritel domestik.