Gambar-gambar yang ditemukan di batu menggambarkan berbagai hal, mulai dari manusia, hewan, tumbuhan, hingga aktivitas berburu.

Situs ini juga memiliki sumber air kuno. Sumur Bi'r Ḥima diperkirakan telah digunakan setidaknya selama 3.000 tahun dan hingga kini masih menghasilkan air. Karena berada di jalur perdagangan kuno, sumur tersebut menjadi tempat penting bagi para kafilah yang melintasi kawasan gurun.

Situs berikutnya adalah Lanskap Budaya Kawasan Arkeologi Al-Faw di bagian selatan Arab Saudi.

Al-Faw memiliki sejarah yang sangat panjang. Kawasan ini menyimpan bukti keberadaan manusia sejak periode Paleolitik dan Neolitik hingga masa pra-Islam akhir.

Di lokasi tersebut ditemukan berbagai peninggalan, mulai dari alat batu, struktur batu, gundukan pemakaman, prasasti, pahatan cadas, benteng, kawasan permukiman, hingga sistem pengelolaan air.

Salah satu bagian terpentingnya adalah reruntuhan kota kuno Qaryat al-Faw.

Qaryat al-Faw memiliki kawasan permukiman, pusat perdagangan, makam, benteng atau tempat persinggahan kafilah, serta sebuah oasis yang didukung sistem irigasi.

Keberadaan sistem pengairan tersebut menunjukkan kemampuan masyarakat masa lalu dalam mengelola sumber daya air di lingkungan yang kemudian berkembang menjadi salah satu kawasan gurun paling kering di dunia.

Pada 2024, Lanskap Budaya Kawasan Arkeologi Al-Faw resmi masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.