Bayar/Beli (Biller): Tumbuh 44% YoY seiring bertambahnya 3 kategori biller baru dengan lebih dari 300 biller tambahan.
Sementara itu, pada transaksi valuta asing (bluValas) per Semester I-2026, jumlah transaksi melonjak 435% YoY dengan kenaikan volume transaksi mencapai 535% YoY, yang didominasi oleh pengguna Gen Z (growth 356% YoY) dan Milenial (273% YoY). Frekuensi transaksi internasional juga naik 29% YoY dengan volume tumbuh 60% YoY.
Mengusung komitmen Global Payments Without Foreign Exchange Worries, nasabah kini dapat bertransaksi langsung di berbagai negara menggunakan kartu fisik, kartu virtual, maupun Garuda x bluDebit Card tanpa biaya konversi kurs di berbagai mata uang dunia terpopuler (termasuk USD, EUR, GBP, SGD, JPY, AUD, CNY, dan HKD).
Tren ini menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk mendiversifikasi aset valas sekaligus menikmati fleksibilitas transaksi tanpa hambatan saat bepergian ke luar negeri.
Kondisi ini turut menjadi perhatian BCA Digital dalam melihat perubahan perilaku finansial nasabah, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurut Yoga, peningkatan penggunaan berbagai layanan tersebut mencerminkan perkembangan kebutuhan finansial nasabah yang semakin luas.
"Ketika adopsi instrumen investasi, transaksi valas, hingga fitur perencanaan anggaran melonjak, ini mengonfirmasi bahwa model bisnis BCA Digital berada di jalur yang tepat: tumbuh secara organik, sehat, dan didorong oleh penggunaan nyata di kehidupan sehari-hari," papar Yoga.
Tingginya aktivitas transaksi ini sekaligus mematahkan stereotip bahwa generasi muda bersikap konsumtif semata. Terjadi fenomena kedewasaan finansial (financial maturity), di mana anak muda aktif mengelola dana dan mempersiapkan masa depan.
Pada Semester I-2026, tercatat kenaikan pengguna fitur bluSaving (+38% YoY), tabungan bersama bluGether (+47% YoY), pengelolaan kas usaha via bluBisnis (+37% YoY), serta lonjakan tajam pada pemodal pasar modal melalui bluRDN yang melesat hingga 225% YoY.
Perubahan tersebut menjadi salah satu pertimbangan BCA Digital dalam mengembangkan blu 2.0 dengan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.
Head of Retail & Digital Business BCA Digital, Edwin Tirta, mengatakan pengembangan produk blu dilakukan dengan melihat kebutuhan dan kendala yang dihadapi nasabah dalam aktivitas sehari-hari.
"Inovasi produk di blu tidak pernah lahir dari asumsi di dalam ruang rapat, melainkan dari mendengarkan friksi nyata yang dihadapi nasabah dalam keseharian mereka. Melalui blu 2.0, kami ingin melampaui fungsi perbankan konvensional untuk menghadirkan rasa tenang dan kebebasan dalam mengelola uang," kata Edwin.
Menurut Edwin, pengalaman menggunakan layanan finansial juga perlu dibuat sederhana dan mudah diikuti.
"Fokus kami adalah terus menyempurnakan user experience yang seamless sejak usia remaja hingga dewasa, sehingga mengurus keuangan terasa sealami aktivitas digital mereka lainnya," papar Edwin.
Menjawab dinamika tersebut, blu berevolusi menghadirkan blu 2.0 melalui kerangka solusi finansial 360 derajat berbasis empat pilar SIAP.
Simpanan: Membangun kebiasaan finansial sejak dini melalui bluSaving (tabungan fleksibel multi-kantong), bluDeposit (deposito fleksibel dengan keuntungan optimal), bluGether (patungan dan tabungan bersama), bluValas (tabungan multi-mata uang untuk transaksi global), bluBisnis (kelola keuangan usaha makin rapi dan praktis), serta bluAccount for Teens, rekening tabungan khusus remaja yang kini menjangkau usia 10-17 tahun (dari sebelumnya mulai usia 12 tahun), guna merespons antusiasme pasar yang sangat tinggi sebagai langkah awal edukasi literasi finansial sejak dini.