NADIKABAR.COM — Sebanyak 5 warga dilaporkan luka terkena busur panah imbas tawuran di sekitar kompleks Kodam lama, Jalan Ujung Bori, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Satu bayi dilarikan ke rumah sakit (RS) diduga terkena gas air mata.
"Kalau warga kompleks Kodam ada sekitar 5 yang kena busur, kemudian ada 1 bayi kena gas air mata dan baru saja dilarikan ke (RS) Hermina," ujar salah satu warga, Husni kepada NadiKabar di lokasi, Rabu (9/9/2026).
Warga melarikan bayi tersebut menggunakan mobil pikap setelah tawuran mereda. Pikap itu sempat tertahan lantaran perang kelompok yang menggunakan busur panah dan batu.
Husni mengatakan, tawuran pecah saat organisasi masyarakat (ormas) datang memasang papan bicara di lokasi sengketa lahan. Oknum ormas itu disebut menyerang lebih dulu setelah sempat mendapat penolakan dari warga.
"Dia datang sekitar jam 11, dia datang menyerang ke kami karena kami ini berjaga di sini," ucapnya.
"Mereka datang mereka menyerang menggunakan busur, ada menggunakan petasan dan segala macam alat lainnya," tambah Husni.
Tawuran mereda setelah polisi turun membubarkan massa. Kendati begitu, warga mengaku masih khawatir terjadinya penyerangan susulan.
"Kita tidak tahu ke depan apakah ada teror lagi, karena ini selama mereka tidak dapat lahan ini dipastikan akan meneror warga di dalam," imbuhnya.
Diketahui, tawuran di Jalan Ujung Bori Makassar yang diduga dipicu sengketa lahan terjadi sejak siang tadi. Massa sempat memblokade jalan saat penyerangan menggunakan batu dan busur panah.
Sebuah motor dilaporkan hangus terbakar di tengah jalan. Polisi yang melakukan penyisiran turut mengamankan petasan, busur panah hingga bom molotov.
"(Pemicu tawuran) Tadi ada ormas yang mau masuk ke dalam, mungkin membantu pemasangan papan bicara. Namun situasi tidak memungkinkan sehingga ada penolakan dari warga," ujar Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana kepada wartawan, Rabu (9/9).